Friday 30 Zulhijjah 1443 / 29 July 2022. Menu. HOME; RAMADHAN . Kabar Ramadhan; Puasa Nabi; Tips Puasa; Kuliner
Sepertiyang di lakukan oleh Osis madrasah aliyah yasmu yang tetap memperingati hari santri nasional dengan mengadakan lomba lomba secara online untuk siswa siswi madrasah aliyah, Peringatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan semangat para santri yang mendalami ilmu agama dan untuk memperingati perjuangan para santri dan para
Balungâ Berani Hidup Tak Takut Mati, Takut Mati Jangan Hidup, Takut Hidup Mati Saja, Sekali Hidup Hiduplah Berarti.Motto Pondok ini mengantarkan para Wali Kelas akan kesadaran tanggung jawab untuk mendidik Santri/watinya. Wali kelas inilah yang menjadi patokan, penguat serta pondasi kokohnya kualitas santri/wati melalui pembinaan-pembinaan
Vay Tiá»n Online Chuyá»n KhoáșŁn Ngay. Dalam dunia Pesantren, khususnya Pesantren Salaf bacaTradisional, keilmuan seseorang sudah bisa dikatakan mapan ketika dia sudah mempelajari 12 bidang ilmu. Memang satu pesantren dengan yang lainnya kadang berbeda dalam mendefinisikan 12 tersebut. Tapi, penulis mendapatkan satu sumber 12 fan ilmu itu yang dikemas dalam Bahar Basith penjelasan tentang jenis Bahar nanti menyusul D. Penulis sendiri mendapatkan Nadhm tersebut ketika mondok di Pondok Pesantren Al Hijrah Assalafiyah di Purwakarta. Nadhm tersebut adalah Shorfun Bayanun Maâani Nahwu Qofiyatun Syiârun Arudlun Isytiqoqun Khottun Insyaau Munadhoroh wa tsani asyruha Lughot tilkal ulumu laha adabul asmaau 1. Shorfun = Shorof Ilmu ini membahas tentang morfologi suatu kalimah kata dalam bahasa arab. Perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain untuk menghasilkan maâna yang dimaksud. Contoh dari Fiâil kata kerja Madli ke bentuk Fiâil Mudloriâ, Mashdar kata benda, Isim Faâil pelaku, Isim Mafâul kata benda objek, dan lainnya. Kitab Panduan yang digunakan biasanya Matan Bina, Kailany, Fathul Khobirul Latif, Nadhm Maqshud, dan Lamiyatul Afâal. 2. Bayanun = Bayan Lebih sukar dari ilmu Shorof, ilmu ini membahas tentang majas dan perumpaman dalam bahasa arab. Seperti halnya ilmu Shorof, ilmu ini juga hanya membahas satu kalimah kata tanpa melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya dalam penggunaan lafadh Ashobiâahum dalam ayatYajâaluun Ashobiâahum fi adzaanihim dalam surat Al Baqoroh. Kata ashobiâahum tersebut tidak dimaânai sebagai âjari-jari merekaâ, tapi dimaânai sebagai âujung jari-jari merekaâ. Karena gak mungkin toh memasukkan jari ke telinga, yang mungkin memasukkan ujungnya saja. Dalam ayat tersebut, ilmu Bayan menamainya dengan nama Majas, sering disebut termasuk bab min ithlaaqil kul wairodatil juz , yang disebutkan adalah bentuk keseluruhan jari-jari, tapi yang dimaksud adalah sebagian ujung jari-jari. 3. Maâani = Maâani Mirip dengan ilmu Bayan, ilmu ini juga terasa lebih sukar memang semuanya sukar D. Pembahasan ilmu ini lebih ke penambahan maâna yang timbul karena terjadi perubahan susunan kalimah bahasa arab. Jadi, ilmu ini tidak hanya membahas satu kalimah saja, tapi melihat hubungannya dengan kalimah yang lain. Misalnya pembuangan Mubtada dari struktur Mubatada Khobar dalam bahasa arab. Salah satu maâna yang timbul adalah untuk Memuliakan objek yang ditunjuk oleh Mubtada tersebut. 4. Nahwu = Nahwu Ilmu ini mungkin yang lebih sering terdengar berpasangan dengan ilmu Shorof. Biasanya orang bilang ilmu Nahwu Shorof. Memang fenomena itu sudah dari dulu diungkapkan oleh ulama dahulu. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa As Shorfu Ummul Ulum wa Nahwu Abuha. Ilmu Shorof adalah ibunya segala ilmu dan Ilmu Nahwu adalah bapaknya. Ilmu ini membahas gramatikal bahasa arab seperti bagaimana status jabatan kalimah kata dalam suatu kalam kalimat. Apakah dia menjadi Faâil pelaku/subjek, Mafâul objek, Naâat sifat, dan lainnya. Seperti halnya ilmu Maâani, ilmu ini otomatis membahas keterkaitan suatu kalimah dengan kalimah yang lainnya. Contohnya lafadh Ar Rohman pada bacaan basmalah adalah Naâat dari lafadh Jalalah Allah. 5. Qofiyatun = Qofiyah Fan ilmu ini mengatur bagaiman ujung satar awal harus sama dengan ujung satar tsani dalam suatu bait. Satar adalah potongan setengah bait dari suaatu nadhm. Misalnya kita punya suatu Nadhm Al Hamdulillahil ladzi qod waffaqo Lil ilmi khoiro kholqihi wa lit tuqo Dari bait di atas, satu satar adalah dari Al Hamdulillah sampai waffaqo. Yang saya contohkan adalah Bahar Rojaz dimana satar awal harus sama rimanya dengan satar Tsani. Tapi, di bahar yang lain ketentuan itu berbeda. 6. Syiârun = Syiâir Ilmu ini membahas tentang bagaiman cara membuat suatu Syiâiran tentunya dalam bahasa arab. Penulis tidak bisa menctohkan karena belum pernah mengkaji ilmu ini. 7. Arudl = Arudl Nah, tadi kita sedikit menyinggung masalah bahar. Dalam ilmu inilah istilah Bahar itu dipelajari. Bagaimana suatu nadhm bisa disusun dengan menggunakan enam belas bahar yang sudah ada. Salah satu kitab yang penulis tahu adalah Mukhtashor Syafi. 8. Isytiqoqun = Isytiqoq Pencetakan suatu lafadh dari lafadh yang lain adalah objek kajian ilmu ini. Jika kita ingin tahu, sebenarnya lafadh Allah-pun dicetak dari lafadh Ilahun setelah melalui perubahan-perubahan. Demikian pula dengan lafadh-lafadh yang lain. 9. Khottun = Khot Tulisan bahasa arab pun ada tata cara penulisannya. Nah, tata cara penulisan tersebut menjadi kajian ilmu ini. Dalam bahasa arab ada standar tujuh jenis tulisan, yaitu Naskhi, Kufi, Tsulusi, Riqâah, Diwani, Diwani Jali, dan Farisi. Kitab yang penulis tahu, belum ada yang membahas ilmu ini. 10. Insyaau = Insya Ilmu ini membahas bagaiman membuat suatu kalam kalimat yang benar dalam bahasa arab. Biasanya latihan ilmu ini adalah dengan menyusun kalam dari runtutan kalimah yang sembarang. 11. Munadhoroh = Munadhoroh Kadang kala kita perlu ber-Munadhoroh argumen dengan pendapat orang lain. Nah, supaya argumen yang diungkapkan sesuai dengan aturan, dibuatlah ilmu ini. 12. Lughot = Lughot Ilmu ini membahas tentang mufrodat kosa kata dalam bahasa Arab. Semisal vocabulary dalam bahasa Inggris. Nah, itulah versi 12 fan ilmu yang penulis dapat. Jika ada yang pernah mendengar versi yang lain, silakan ditulis di sini. Tidak hanya ilmu itu yang harus kita pelajari, masih banyak dan tidak akan bisa hitung jumlah ilmu yang harus kita pelajari khususnya di bidang agama Islam. Semoga Allah meng-Istiqomah-kan kita agar tetap setia menjadi Thoolibul Ilmi. Karena keutamaan yang Allah tawarkan sangatlah besar bagi orang pencari ilmu. Wallahu aâlam
kitab dasar-Di Pesantren tentunya kita memeplajari ilmu-ilmu agama yang mana referensi nya sesuai dengan syariat ajaran agama Kuning adalah menjadi bahan pembelajaran yang menarik, dan menjadi rujukan utama pembahasan di seluruh pesantren indonesia, kecuali pesantren yang khusus kitab kuning kini usianya sudah ratusan tahun, karena pengaranya merupakan ulama-ulama salaf yang sudah masyhur tingkatan tingkatan-tertentu untuk dipelajarinya mulai dari Dasar atau pemula, menengah dan sampai tingkat ini kita bahas kitab-kitab Dasar Pesantren, apa saja kah kitab-kitab tersebut langsung saja 1. KITAB AL-JURUMIYAH Kitab yang pertama yaitu kitab Al-Jurumiyah, fan ilmu nahwu, yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang akhir kalimat bahasa arab agar terjaga dari santri yang ingin bisa membaca kitab kuning yang tulisan nya gundul alias tidak wajib kita mempelajari ilmu kitab ini sebagai dasar untuk para pemula yang baru belajar kitab, supaya bisa membacanya dengan baik dan ini dikarang oleh syekh Sonhaji, menjelaskan setiap bab dengan bahasa yang praktis dan sangat mudah untuk selesai pembahasan dari kitab ini biasanya dilanjutkan kitab selanjutnya mutamimah, imrithi, dan yang paling tinggi adalah kitab Alfiyah Ibnu KITAB MATAN BINA WAL ASASYang kedua yaitu kitab Matan Bina Wal Asas, salah satu kitab dari fan shorof untuk mengetahui perubahan-perubahan kalimat bahasa fan shorof ini masih ada kaitanya juga dengan fan nahwu, jika di ibaratkan nahwu bapaknya dan shorof ibu nya jadi sangat kitab ini yaitu syekh Ibrohim bin Abdul Wahab bin Imaduddin al-Maâruf3. KITAB AMTSILAH TASHRIFIYAHKitab ini berisi tashrif kata dalam bahasa arab sama seperti kitab matan bina wal asas membahas tentang ilmu Amtsilah ini dikarang oleh salah satu ulama Indonesia, beliau KH. Maâshum Aly dari Jombang. Kitab tersebut sangat mudah dihafalkan karena disusun secara rapi dan bisa dilagukan dengan KITAB AL-AQIDATUL AWAMkepercayaan atau aqidah adalah pokok utama atau sebagai hal yang mendasar dalam hati manusia. Apabila aqidah sudah mantap, kuat dan benar maka dalam menjalani syariat agama tidak akan menyeleweng dari aturan syariat yang telah dasar aqidah ini yang dipelajari dipesantren adalah kitab Aqidatul Awam karangan Syaikh Ahmad Marzuqi Al-Maliki berisi 57 bait ini membahas tentang aqoid 50, keluarga Nabi, Malaikat, dan mukjizat-mukjizat yang harus kita atas perintah Rasulullah yang mendatangi sang pengarang melalui mimpinya. Hingga beliau mampu menyelesaikan kitab KITAB MATAN SAFINATUNNAJAHSafinatun Najah adalah sebuah kitab ringkas mengenai dasar-dasar ilmu fikih menurut mazhab Syafiâi. Kitab ini ditujukan bagi pelajar dan pemula sehingga hanya berisi kesimpulan hukum fikih saja tanpa menyertakan dalil dan dasar pengambilan dalil dalam penetapan begitu masih terdapat beberapa permasalahan fikih yang tergolong ikhtilaf di kalangan ulama ahli fiqih antar mazhab bahkan di kalangan ulama mazhab Syafiâi sendiri, sehingga diperlukan kesungguhan atau panduan dalam memilih pendapat yang lebih tepat rajih sesuai dengan Al-Qurâan dan ini ditulis oleh Salim bin Sumair al-Hadhrami seorang ulama asal Yaman yang wafat di Jakarta pada abad ke-13 H. Kitab ini populer di kalangan pondok-pondok pesantren Nahdliyyin dan masuk sebagai salah satu materi kurikulum KITAB MUSTOLAH HADISKitab dasar selanjutnya adalah Kitab Mushtholah Al-Hadits yang mempelajari ilmu mengenai seluk beluk ilmu hadits. Mulai dari macam-macam hadits, kriteria hadits, syarat orang yang berhak meriwayatkan hadits dan lain-lain dapat dijadikan bukti kevalidan suatu matan ini dikarang oleh al-Qodhi abu Muhammad ar-Romahurmuzi yang mendapatkan perintah dari Kholifah Umar bin Abdul Aziz karena pada waktu itu banyak orang yang meriwayatkan hadist-hadist KITAB HADIS ARBAINArbain Nawawi atau Al-Arbaâin An-Nawawiyah merupakan kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam ada dua ulama yang bernama Nawawi ada Imam Nawawi Abu Zakaria Muhyuddin An-nawawi ada juga syekh Nawawi Tanara Al-Bantani Al-Jawi dari indonesiaArbaâin berarti empat puluh namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam kitab kitab ini sebagai dasar dari fan ilmu KITAB TAâLIMUL MUTAALIMDan yang rakhir yaitu dari fan Ilmu Akhlak, karena dalam dunia santri akhlak yang terpuji menjadi nomor satu akhlakul Taâlimul Mutaâalim ini menjelaskan tentang thoriqutaalum atau jalan untuk belajar supaya hasil ilmu yang manfaat dan dasar yang menerangkan mengenai akhlaq di dunia pesantren adalah kitab Taâlimul-Mutaâalim karangan Syaikh Burhanuddin awal proses belajar di pesantren sesuai adatnya pasti mempelajari kitab ini ataupun kitab lain yang seakar dengan Taâlimul Mutaâ kitab Adabul alim wal Mutaâalim karangan ulamaâ besar Indonesia, Pahlawan Nasional sekaligus pendiri jamâiyah Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh KH Hasyim Asyâ kitab ini pun juga menjadi kurikulum wajib bagi pesantren yang ada di Indonesia bahkan hingga luar kaya khazanah ilmu pengetahuan Islam yang ada di dunia pesantren. Ada sekitar 200 judul kitab dipelajari di pesantren menurut data yang pernah dikemukakan oleh Gus pesantren terus berupaya agar kebudayaan pesantren ini dapat eksis di tengah perubahan zaman dan kebudayaan salaf ini mampu menunjukkan kiprah para ulama sebagai warotsatul ambiyaâ pewaris para Nabi. Wallahuaâlam Juga Arkanul Islami Rukun-Rukun Islam
Santri Mandiri - Pada kesempatan kali ini, kembali akan berbagi terjemahan kitab fan ilmu adab/aklaq/tasawuf. Melanjutkan al Akhlaaqul lil Baniin Jilid sambutan Muhammad bin husein bin ali baâabudSegala puji bagi allah yang menghiasi jenis manusia dengan akhlak mulia, dan sholawat serta salam semoga tercurahkan atas sebaik - baik manusia yang berakhlak luhur dan keluarga serta para sahabatnya dan setiap orang yang mengikuti jalan mereka yang lurusSelanjutnya, jelaslah bahwa akhlak mempunyai pengaruh terbesar atas kehidupan individu bangsa-bangsa, atas tingkat kemajuan atau kemudurannya. Bahkan atas kekelan keberadaannya atau kehancurannya.âsesungguhnya bangsa itu hidup selama ia berakhlak jika akhlak mereka lenyap maka hancurlah merekaâOleh sebab itu perhatian agama samawi trutama islam terhadap akhlak sungguh besar. Begitu pula bangsa â bangsa yang maju sangat memperhatikannya. maka tidaklah mengherankan ketika Nabi SAW bersabda âaku di utus untuk menyempurnakan budi pekerti yang muliaâ.Dan beliau bersabda âtidaklah beriman bagi siapa yang tidak menepati janjiâNamun sangat di sayangkan kehidupan sipil dengan segala sarana kemewahannya dan kesejahtraan serta berbagai penemuan ilmiah yang sebagiannya bertujuan kenikmatan jasmani dan pemuasan nafsu hewani tetap merupakan faktor yang kuat untuk merobohkan bangunan akhlak dan meruntuhkan bangunan kemanusiaan yang tinggi. Disamping itu sambil pertikaian tercela diantara sesame manusia sedangkan perang-perang ini telah menimbulkan bencana dan akibat buruk yang merusak akhlak segala bangsa dengan berbagai tetapi pemeliharaan ilahi yang mengawasi alam semesta tetap melunakkan dan meringankan serta memperbaiki banyak kerusakan itu. Orang yang mengadakan perbaikan di setiap tempat dan zaman yang mempersiapkan jiwa mereka untuk mengabdi pada agama dan menasehati umat belumlah tidak takut untuk melaksanakan kewajiban mereka betapapun sulit keadaanya dan besar bahayanya, untuk menerangi jalan bagi manusia menuju keselamatan dan keamanan, semoga allah mengekalkan keadaan cara-cara perbaikan akhlak yang terbalik adalah perhatian untuk mendidik ahklak para remaja dan pemuda guna menjamin kebahagiaan mereka di masa depan. Tidaklah mengherankan, karena merekan akan menjadi generasi penerus dan menerima peralihan tugas, maka perhatian untuk melurukan mereka adalah kewajiban suci agama, moril dan sosial atas para bapak, pendidik dan pengajar. Dengan demikian kemunculan buku âal-akhlak lil baninâ bimbingan bagi putra-putri anda karangan saudara al-ustadz Umar bin Ahmad Baradja, adalah sangat kita butuhkan dan amat sesuai untuk masa sekarang ini, dimana pengalaman agama dan akhlak tetap goyah dan lenyap al-ustadz umar kami haturkan banyak terima kasih dan kami harapkan darinya tambahan perhatian terhadap ahklak bagi remaja yang menjadi tumpuan harapan harapkan pula agar buku ini laris dan diterima serta berpengaruh baik, trutama dari kalangan pendidik dan pengurus kalian para bapak dan penajar saya serukan agar mendidik anak-anak dan murid-muridmu dengan baik serta membiasakan mereka berahklak mulia, dalam perkataan dan perbuatan serta berusaha memelihara pusaka berharga yang ditinggalkan bagi kita oleh salaf yang sahahih, berupa akhlak terpuji seperti kemurahan hati, keberanian, suka meolong, suka menepati janji dan lainnya, serta menjadi suri tauladan terbaik bagi yang menunjukkan kebenaran dan dia jua yang member petunjuk kejalan yang dari pemohon maaf tuhannyaLawang 1 dzul qaidah 1373 AKHLAK1. Wahai anak yang tercinta sesungguhnya akhlak yang baik itu menyebabkan kebahagiaan bagimu didunia dan akhirat. Tuhanmu ridha kepadamu. Engkau dicintai oleh keluargamu dan semua orang, sedang engkau hidup antara mereka secara terhormat. Kebalikannya adalah akhlak yang buruk. Ia adalah sumber penyebab kesengsaraanmu di dunia dan akhirat. Allah membencimu, engkau benci keluargamu dan semua orang dan engkau hidup di antara mereka dalam keadaan Maka hendaklah engkau memiliki akhlak mulia dan adab yang baik semenjak kecilmu agar engkau dibesarkan dan terbiasa dalam keadaan itu pada waktu besar. Engkau harus lebih dulu memaksakan dirimu atas hal itu hingga ia menjadi watak pada akhirnya. Allah taâala berfirman âtelah beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan telah merugilah orang yang mengotorinyaâ. asy syams â 9. Nabi SAW bersabda yang terbanyak memasukkan manusia ke dalam syurga adalah ketakwaan kepada allah dan akhlak yang baik. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya. Sungguh orang mukmin bisa mencapai derajat seperti orang yang berpuasa dan bersholat dengan akhlaknya yang baikâ.3. Sesungguhnya orang-orang tidak melihat kepada ketampanan wajahmu maupun kebaruan bajumu, tetapi mereka melihat kepada akhlakmu. Sebagaimana kata syair âjanganlah kamu melihat baju seseorang, jika kamu ingin mengenalnya, lihatlah adabmu, jika kayu garu tidak semerbak baunya, tidaklah orang bisa membedakan antara garu dan kayuâ. Penyair lain berkata âtidaklah bermanfaat bagi pemuda wajahnya yang tampan, apabila akhlaknya burukâ. Begitu pula ilmu tidak bermanfaat bila disertai akhlak yang buruk. Orang berilmu yang buruk akhlaknya lebih dibenci oleh masyarakat dari pada orang bodoh. Hendaklah engkau memperhatikan pendidikan akhlakmu sebagaimana engkau memperhatikan menuntut ilmu-ilmu dan Apabila anak sudah dewasa dan terbiasa dengan akhlak yang buruk, maka sulit sekali untuk mendidik dan memperbaikinya. Kadangkala hal itu tidak mungkin terwujud sama sekali. Sebagaimana kata penyair âkadangkala adab itu bermanfaat bagi anak-anak pada waktu kecil, tetapi sesudah itu tidaklah bermanfaat adab itu baginya, sesungguhnya ranting yang lunak akan lurus jika meluruskannya, dan tidaklah kayu menjadi lunak walaupun engkau wahai murid tercinta ...! engkau telah membaca jilid pertama dari buku ini dan mendapat manfaat ini adalah jilid dua, maka pahamilah baik-baik dan amalkan isinya agar engkau menjadi orang yang beruntung dan baik akhlakmu serta terdidik jiwamu sehingga engkau peroleh kebaikan didalam dunia dan KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ALLAH TAâALA1. wahai anak yang beradab ! Allah taâala telah mengaruniamu kenikmatan yang banyak, ia menjadikan kamu setelah dulu tidak ada. Allah memberimu akal dan menunjukimu kepada agama islam yang merupakan kenikmatan terbesar. Allah memberimu kenikmatan berupa pendengaran, penglihatan dan idah serta kedua tangan dan kedua kaki. Allah menciptakanmu sebagai manusia sempurna dalam bentuk yang terbaik. Allah taâala berfirman âkami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknyaâ at-tiin 4. Allah memberimu keadaan sehat wal 'afiat. Allah menanamkan kasih sayang bagimu dalam hati ibu bapakmu hingga mereka memeliharamu dengan sempurna dan ia menjadikan kamu mencintai gurumu hingga ia mengajarimu ilmu yang berguna bagimu dalam agama dan dunia serta banyak lagi kenikmatan allah taâala bagimu yang tak terbilang. âdan jika kamu menghitung kenikmatan alah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnyaâ an-nahl 18.2. Engkau harus bersyukur kepada tuhanmu atas kenikmatan-kenikmatannya dengan mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta mengagungkan-Nya dari lubuk hatimu. Maka janganlah berbuat buruk walaupun engkau berada sendirian. Dalam hadist dikatakanâtakutlah kepada Allah dimana pun engkau beradaâ. Hendaklah engkau mencintai tuhanmu lebih banyak daripada kecintaanmu kepada ibu bapakmu dan dirimu sendiri. Hendaklah engkau mencintai pula semua malaikat-Nya, rasul-Nya, nabi-nabiNya dan hambaNya yang shalih, karena allah taâala mencintai Engkau wajib pula meminta tolong kepada-Nya dalam berbagai keperluanmu dan bertawakkal kepadaNya dalam urusan-urusanmu. Allah taâala berfirman âdan kepada allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang berimanâ al-maidah 23. Dalam hadist Ibnu 'Abbas ra disebutkan bahwa nabi saw berkata kepadanyaâhai anak, aku ajari kamu beberapa kalimat, pelihara agama allah, niscaya allah akam memeliharamu. Pelihara agama allah, niscaya engkau mendapati pertolonganNya di hadapanmu. Apalagi engkau memohon kepada Allah. Apabila engkau minta pertologan, maka minta tolonglah kepada allah. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh ummat berkumpul untuk memberimu sesuatu manfaat, maka mereka tidak bisa memberimu manfaat, kecuali dangan sesuatu yang telah ditetapkan allah bagimu. Pena-pena malaikat yang mulia takdir allah telah diangkat dan lembaran-lembaran yang tertulis takdir allah telah kering dan seandainya mereke berkumpul untuk membahayakanmu, maka mereka tidak bisa membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan allah kepadamuâ.4. Apabila engkau bersyukur kepada Allah, maka Allah menambah kenikmatan-Nya bagimu. Sebagaimana firman allah taâala dalam al-qurâan yang mulia âsesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamuâ Ibrahim 7. Dan allah menlindungimu dari berbagai musibah dan mewujudkan keinginan yang engkau harapkan. Allah SWT akan mencintaimu dan menjadikan paa manusia mencintaimu. Sebagaimana firman allah SWT âsesungguhnya orang yana beriman dan beramal salih, kelak allah yang maha pengasih akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayangâ Maryam 96. Yakni Allah mencintai mereka dan menjadikan orang-orang mencintai mereka. Dalam hadist disebutkan âapabila allah taâala mencintai seorang hamba, dia menyeru jibril as, sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia, maka jibril mencintainya,. Kemudian jibril berseru di langit sesungguhnya allah telah mencintai si fulan, maka cintailah dia, maka penghuni langit mencintainya dan letakkanlah kecintaan kepadanya pada penghuni bumiâ.3. MURID YANG DICINTAIAda seorang guru yang lebih mencintai salah seorang muridnya saja dari pada murid-muridnya yang lain. Mereka merasa heran atas hal itu. Mereka berkata, âmengapa guru kita ini lebih mencintai murid yang ini daripada kami ?â Maka, sang guru pun ingin menunjukkan sebabnya. Ia memberi kepada mereka masing-masing seekor ayam. Lalu ia berkata âhendaklah masing-masing kalian menyendiri di suatu tempat dan menyembelih ayam agar tidak terlihat oleh seorangpun.â Semua murid pun mematuhi perintah guru itu, kecuali murid itu saja, ia mengembalikan ayam itu. Kemudian gurunya bertanya, â mengapa engkau tidak menyembelih ayammu seperti yang dilakukan oleh teman-temanmu? â anak itu menjawab â karena saya tidak bisa menyendiri di suatu tempat tanpa terlihat oleh seorangpun, sungguh allah melihatku disetiap tempat. Kemudian guru itu berkata kepada murid-muridnya, âlihatlah kepada murid ini, ia takut kepada allah dan tidak melupakanNya ditempat manapun. Itulah sebabnya saya mencintainya daripada kalian. Tidaklah ragu bahwa jika sudah besar, ia menjadi orang salih dan taat kepada allah di setiap waktuâ.4 KEWAJIBAN ANAK TERHADAP NABINYA SAW1. Ketahuilah bahwa Nabi SAW, mempunyai hak yang besar padamu, dan haknya adalah yang terbesar sesudah hak allah taâala. Adab terhadap beliau adalah adab yang paling kuat dan paling wajib. Beliau membawa agama islam, dan dengan perantaranya engkau dapat mengenal allah dan dapat membedakan antara yang halal dan haram. Engkau tidak dapat membalas jasanya untuk selama-lamanya. Maka wajiblah engkau mencintainya dengan kecintaan yang sangat istimewa. Dalam hadits âtidaklah beriman seorang diantara kamu hingga aku lebih dicintainya dari pada anak-anaknya dan ayahnya serta orang-orang semuaâ.2. Tanda kecintaanmu kepada tuhanmu adalah engkau mencintai nabimu dan mengikutinya dalam perikehidupannya. Allah taâala berfirmanâ katakanlah jika kamu mencintai allah, maka ikutilah aku, niscaya allah mencintai kamuâ ali-imran 31. Engkau cintai pula keluarganya dan para sahabatnya serta seluruh ummatnya. Dalam hadits dikatakan âcintailah allah karena memberimu nikmat-nikmatNya, dan cintailah aku nabi Muhammad, karena cintamu kepada allah, dan cintailah keluargaku dami mencintai akuâ.Dalam hadits lain âpeliharalah aku mengenali para sahabatku. Janganlah kalian jadikan mereka caci maki setelah aku siapa mencintai mereka dan barang siapa membenci mereka, maka dengan membenci aku, akupun membenci merekaâ. Dalam hadits lain âtidaklah seseorang dari kamu beriman hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiriâ.3. Mentaati Nabi SAW dalam semua allah SWT berfirman âbarang siapa mentaati rasul, ia pun telah mentaati allahâ an nisaâ 80. âapa yang diberikan allah hendaklah kamu ambil. Dan apa yang dilarangnya terhadap kamu maka tinggalkanlahâ al-hasyr 7. Termasuk ketaatanya adalah engkau bela agamanya dengan perkataan dan perbuatanmu. Engkau bela syariatnya dengan segenap kemampuanmu dan mengucapkan shalawat kepadanyaSebagaimana perintah Allah kepadamu dalam firmanNya âsesungguhnya allah dan malaikat-malaikatnya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanyaâ al-ahzab56. Terutama di malam jumat dan pada hari jumat sebagaimana dalam hadits dikatakan âperbanyak bersholawat untukku di hari jumat dan malam jumat, barang siapa melakukan itu, maka aku manjadi saksi dan memberi syafaat baginya pada hari kiamatâ.[sumber tulisan Pondok Pesantren Al Khoirot]Demikian kajian Terjemahan Lengkap Kitab al Akhlaaqul lil Baniin Jilid ke-2 ini. Semoga bermanfaat. Kitab Kuning
12 fan ilmu santri