KurvaTitrasi Asam Kuat. Toddstine Todd. Kurva pertama menunjukkan asam kuat yang dititrasi oleh basa kuat. Ada peningkatan pH awal yang lambat sampai reaksi mendekati titik di mana cukup basa ditambahkan untuk menetralkan semua asam awal. Titik ini disebut titik ekivalen. Untuk reaksi asam / basa kuat, ini terjadi pada pH = 7.
Konsepdari titrasi asam basa ini menerapkan konsep reaksi asam basa dimana ketika suatu asam dan basa dicampurkan atau direaksikan maka akan terjadi reaksi penetralan yang menghasilkan suatu garam dan air dengan pH yang netral.
Titrasiasam basa menerapkan prinsip reaksi asam basa, dimana pada saat suatu senyawa asam dan basa direaksikan, maka akan terjadi reaksi penetralan yang menghasiljan suatu garam dan air dengan pH yang netral (7). Tujuan titrasi asam basa adalah untuk menentukan molatiras larutan yang konsentrasinya tidak diketahui.
Vay Nhanh Fast Money. Titrasi asam basa adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi suatu larutan asam basa. Langkah kerja yang dilakukan dalam proses praktikum adalah meneteskan titran tetes demi tetes dari buret ke dalam labu erlenmeyer yang berisi titer. Proses dilakukan sampai mencapai keadaan ekuivalen yaitu saat titran dan titer tepat habis bereaksi secara stoikiometri. Pada keadaan ekuivalen dalam proses praktikum titrasi asam basa mencapai titik ekuivalen. Pada saat proses yang dilakukan mencapai titik ekuivalen, maka proses titrasi dihentikan. Dari titik ekuivalen dapat diketahui volume titran yang diperlukan saat mencapai titik ekuivalen. Volume yang dibutuhkan ini kemudian digunakan dalam perhitungan. Apa saja alat yang dibutuhkan pada praktikum titrasi asam basa? Bagaimana langkah kerja praktikum titrasi asam basa? Bagaimana bentuk laporan praktikum titrasi asam basa? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Daftar isi Tujuan Praktikum Titrasi Asam BasaLandasan Teori Praktikum Titrasi Asam BasaAlat dan Bahan yang Dibutuhkan pada Praktikum Titrasi Asam BasaLangkah Kerja Praktikum Titrasi Asam BasaHasil Percobaan dan PerhitunganPembahasan dan Kesimpulan Baca Juga Praktikum Kimia untuk Menentukan Perubahan Entalpi ΔH dengan Kalorimeter Adapun tujuan praktikum titrasi asam basa meliputi 1 Menentukan kemolaran atau konsentrasi larutan 2 Mengetahui proses penetralan asam basa dengan metode titrasi3 Memahami dan mengetahui proses kerja titrasi asam basa Landasan Teori Praktikum Titrasi Asam Basa Larutan asam kuat memiliki ion hidrogen H+, sementara basa kuat memiliki ion hidroksida OH‒. Diketahui bahwa asam kuat dan basa kuat dalam air akan terurai sempurna. Sehingga ion hidrogen dan hidroksida dalam proses titrasi dapat langsung dihitung dari jumlah asam atau basa yang ditambahkan. Titrasi adalah sebuah proses untuk menentukan kadar suatu larutan yang belum diketahui konsentrasinya menggunakan larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Larutan yang akan dicari konsentrasi atau kadarnya pada praktikum titrasi asam basa disebut titrat atau analit. Sedangkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut dengan titer atau titran. Larutan yang kosentrasinya telah diketahui titran/titer pada praktikum titrasi asam basa merupakan larutan standar atau larutan baku. Prinsip kerja dari titrasi berdasarkan pada reaksi penetralan yaitu kadar larutan asam ditentukan dengan larutan basa, begitu juga dengan sebaliknya. Langkah kerja dalam praktikum titrasi asam basa dilakukan dengan mengupayakan titran dan titrat habis bereaksi. Pada saat titran dan tirat habis bereaksi memenuhi kondisi mol asam sama dengan mol basa. Titik di mana saat kondisi mol asam sama dengan mol basa disebut dengan titik ekuivalen. Cara menentukan titik ekuivalen dapat dilakukan dengan bantuan indikator asam basa. Indikator ini ditambahkan pada titran sebelum melakukan proses titrasi. Penambahan indikator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah 2 ‒ 3 tetes menggunakan pipet. Perubahan warna saat titran yang telah ditambahkan indikator menjadi tanda bahwa proses yang berlangsung telah mencapai titik ekivalen. Proses titrasi segera dihentikan saat mulai mulai terjadi perubahan warna larutan. Atau dapat dikatakan bahwa kondisi saat terjadinya perubahan warna indikator menjadi titik akhir titrasi. Besar volume titran yang dibutuhkan selama proses titrasi digunakan dalam perhitungan. Hubungan kemolaran larutan asam asa pada proses titrasi pada titik ekuivalen memenuhi persamaan berikut. Keterangan a = valensi asam jumlah ion H+Va = volume larutan asamMa = konsentrasi larutan asamb = valensi basa jumlah ion OH–Vb = volume larutan basaMb = konsentrasi larutan basa Baca Juga Cara Pemekatan dan Pengenceran Larutan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan pada Praktikum Titrasi Asam Basa Daftar alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum titrasi asam terdapat pada daftar berikut. Keterangan dan Sumber gambar 1. Statif dan klem indonetwork; 2. gelas kimia qiano laboratory; 3. burette alatlabor; 4. labu ukur alatlabor; 5. corong gelas medicalogy; 6. Labu Erlenmeyer medicalogy; Alat yang dibutuhkan 1. Buret 1 buah2. Erlenmeyer 3 buah3. Pipet Tetes 1 buah4. Gelas kimia 200 cm3 2 buah5. Labu takar 100 cm3 1 buah6. Corong gelas 1 buah7. Statif Bahan yang dibutuhkan 1. Larutan HCl belum diketahui konsentrasinya 2. NaOH 0,5 M3. Indikator Fenolftalein4. Akuades Baca Juga [Praktiku Kimia] Faktor-Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi Langkah Kerja Praktikum Titrasi Asam Basa Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan praktikum titrasi asam basa sesuai pada cara-cara berikut. Melakukan pengenceran HCl mengambil larutan HCl sebanyak 5mL, memasukkan ke dalam labu takar 100 cm3, dan menambahkan akuades ke dalam labu takar sampai tanda batas. Mengisi buret dengan larutan NaOH 0,5 M sebanyak 50 mL. Mengambil 10 mL HCl yang telah diencerkan dan masukkan ke dalam labu erlenmeyer. Menambahkan 2 tetes indikator fenolftalein ke dalam larutan HCl pada labu erlemneyer. Melakukukan titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH 0,5 M ke dalam labu erlenmeyer yang berisi larutan HCl dan indikator fenolftalein. Menggoyangkan labu erlenmeyer secara perlahan selama proses titrasi berlangsung. Menghentikan proses titrasi jika larutan dalam labu erlenmeyer telah berubah warna menjadi merah muda dan permanen tidak hilang saat labu erlenmeyer digoyangkan. Mencatat volume NaOH 0,5M yang digunakan. Ulangi percobaan yang sama pada langkah 1 – 8 sebanyak 3 kali. Baca Juga [Praktikum Kimia] Hubungan Koefisien Reaksi dan Jumlah Mol Reaktan Hasil Percobaan dan Perhitungan Dari percobaan yang dilakukan diperoleh hasil yang sesuai seperti pada tabel berikut. Rata-rata volume NaOH 0,5 M yang dibutuhkan pada hasil percobaan digunakan pada perhitungan untuk menentukan konsentrasi HCl. Perhitungan untuk menentukan konsentrasi HCl dilakukan seperti pada proses berikut. DiketahuiValensi asam a = 1Volume asam Va = 10 mLValensi basa b = 1Konsentrasi basa Mb = 0,5 MVolume basa Vb = 10,2 mL Menentukan konsentrasi HCl Ma a × Va × Ma = b × Vb × Mb1 × 10 × Ma = 1 × 10,2 × 0,510 × Ma = 5,1Ma = 5,1/10 = 0,51 M Baca Juga [Praktikum Kimia] Hukum Kekekalan Massa Pembahasan dan Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dan perhitungan diperoleh bahwa konsentrasi HCl yang digunakan pada praktikum titrasi asam basa sama dengan 0,51 M. Pada awalnya, larutan NaOH dan larutan HCl yang telah ditambahkan indikator dalam kondisi bening. Pada awal proses titrasi belum terjadi perubahan warna pada HCl dalam labu erlenmeyer. Setelah penambahan NaOH 0,5 M mencapai sejumlah 10 mL mulai terlihat adanya perubahan warna larutan HCl dalam labu erlenmeyer menjadi merah muda. Kesimpulan yang dapat diambil adalah titik ekuivalen pada proses titrasi yang dilakukan terdapat pada saat penambahan 10,1 mL NaOH. Kondisi tersebut merupakan titik akhir titrasi yang ditandai dengan adanya perubahan warna larutan HCl dalam labu erlenmeyer. Pada kondisi tersebut, saat ion asam dan basa tepat habis bereaksi atau saat mol asam sama dengan mol basa. Sekian ulasan praktikum titrasi asam basa yang meliputi cara kerja dan contoh bentuk laporannya. Terima kasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat! Baca Juga 5 Hukum Dasar Kimia
Pengertian Titrasi Asam Basa Titrasi adalah prosedur menetapkan kadar suatu larutan dengan mereaksikan sejumlah larutan tersebut yang volumenya terukur dengan suatu larutan lain yang telah diketahui kadarnya larutan standar secara bertahap. Berdasarkan jenis reaksi yang terjadi, titrasi dibedakan menjadi titrasi asam basa, titrasi pengendapan, dan titrasi redoks. Dalam artikel ini, yang akan dibahas lebih lanjut hanya titrasi asam basa saja. Pada label yang tertera pada botol cuka makan umumnya terdapat informasi kadar cuka tersebut. Misalkan, pada suatu botol cuka tertulis 25% asam cuka, bagaimana cara memastikan kebenaran dari kadar tersebut? Penentuan kadar asam cuka dapat dilakukan dengan prosedur eksperimen menggunakan metode titrasi. Dalam menentukan kadar asam cuka, metode titrasi yang digunakan adalah titrasi asam basa. Titrasi asam basa adalah penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang diketahui kadarnya atau sebaliknya, kadar suatu larutan asam dengan larutan basa yang diketahui, dengan didasarkan pada reaksi netralisasi. Titrasi harus dilakukan hingga mencapai titik ekivalen, yaitu keadaan di mana asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri. Titik ekivalen umumnya dapat ditandai dengan perubahan warna dari indikator. Keadaan di mana titrasi harus dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna disebut titik akhir titrasi. Jadi, untuk memperoleh hasil titrasi yang tepat, maka selisih antara titik akhir titrasi dengan titik ekivalen harus diusahakan seminimal mungkin. Hal ini dapat diupayakan dengan memilih indikator yang tepat pada saat titrasi, yakni indikator yang mengalami perubahan warna di sekitar titik ekivalen. Perubahan pH pada Titrasi Asam Basa Pada saat larutan basa ditetesi dengan larutan asam, pH larutan akan turun. Sebaliknya, jika larutan asam ditetesi dengan larutan basa, maka pH larutan akan naik. Jika pH larutan asam atau basa diplotkan sebagai fungsi dari volum larutan basa atau asam yang diteteskan, maka akan diperoleh suatu grafik yang disebut kurva titrasi. Kurva titrasi menunjukkan perubahan pH larutan selama proses titrasi asam dengan basa atau sebaliknya. Bentuk kurva titrasi memiliki karakteristik tertentu yang bergantung pada kekuatan dan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi. Titrasi asam kuat dengan basa kuat Sebagai contoh, 40 mL larutan HCl 0,1 M ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M sedikit demi sedikit. Berikut kurva titrasi yang menggambarkan perubahan pH selama titrasi tersebut. Kurva titrasi asam basa HCl dengan NaOH. Sumber Silberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change 7th edition. New York McGraw-Hill Education Dari kurva tersebut dapat disimpulkan Mula-mula pH larutan naik sedikit demi sedikit Perubahan pH drastis terjadi sekitar titik ekivalen pH titik ekivalen = 7 netral Indikator yang dapat digunakan metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein. Namun, yang lebih sering digunakan adalah fenolftalein karena perubahan warna fenolftalein yang lebih mudah diamati. Titrasi asam lemah dengan basa kuat Sebagai contoh, 40 mL larutan CH3COOH 0,1 M ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M sedikit demi sedikit. Berikut kurva titrasi berwarna biru yang menggambarkan perubahan pH selama titrasi tersebut dibandingkan dengan kurva titrasi HCl dengan NaOH yang berwarna merah. Kurva titrasi CH3COOH dengan NaOH dan titrasi HCl dengan NaOHSumber McMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry 7th edition. New Jersey Pearson Education, Inc. Dari kurva tersebut dapat disimpulkan Titik ekivalen berada di atas pH 7, yaitu antara 8 – 9 Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen lebih kecil, hanya sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±10 Indikator yang digunakan fenolftalein. Metil merah tidak dapat digunakan karena perubahan warnanya terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalen. Titrasi basa lemah dengan asam kuat Sebagai contoh, 40 mL larutan NH3 0,1 M ditetesi dengan larutan HCl 0,1 M sedikit demi sedikit. Berikut ditampilkan kurva titrasi yang menggambarkan perubahan pH selama titrasi tersebut Kurva titrasi NH3 dengan HClSumber McMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry 7th edition. New Jersey Pearson Education, Inc. Dari kurva tersebut dapat disimpulkan Titik ekivalen berada di bawah pH 7, yaitu antara 5 – 6 Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen hanya sedikit, sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±4 Indikator yang digunakan metil merah. Fenolftalein tidak dapat digunakan karena perubahan warnanya terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalen. Perhitungan Konsentrasi Larutan Asam/Basa pada Titrasi Asam Basa Langkah-langkah menghitung konsentrasi larutan asam/basa pada titrasi asam basa 1. Menuliskan persamaan reaksi netralisasi yang terjadi, misal antara larutan asam A dengan larutan basa B 2. Menyatakan perbandingan jumlah mol asam A dan basa B yang bereaksi agar tepat habis bereaksi 3. Menghitung konsentrasi larutan asam/basa dari persamaan perbandingan tersebut dengan, = jumlah mol asam A dan basa B a, b = koefisien reaksi asam A dan basa B MA, MB = molaritas asam A dan basa B VA, VB = volum larutan asam A dan basa B Jika valensi dari asam A dan basa B yang bereaksi diketahui, konsentrasi larutan asam/basa juga dapat dicari dengan rumus Contoh Soal Titrasi Asam Basa Contoh Soal 1 Berapa konsentrasi dari larutan asam asetat CH3COOH jika diketahui untuk titrasi 25 mL larutan CH3COOH tersebut diperlukan 15 mL larutan NaOH 0,05 M agar mencapai titik ekivalen? Jawab Persamaan reaksi netralisasi CH3COOH dengan NaOH CH3COOHaq + NaOHaq → CH3COONaaq + H2Ol Dari persamaan reaksi, diperoleh 1 mol CH3COOH 1 mol NaOH Contoh Soal 2 Sebanyak 40 mL larutan asam sulfat 0,25 M dititrasi dengan suatu basa bervalensi satu, dan ternyata dibutuhkan 57 mL basa tersebut. Berapakah kemolaran basa yang digunakan tersebut? Jawab Reaksi netralisasi terjadi antara asam sulfat H2SO4 asam kuat bervalensi dua dengan suatu basa bervalensi satu. Referensi Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry The Central Science 13th edition. New Jersey Pearson Education, Inc. Johari, & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas XI Jilid 2. Jakarta Esis. McMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry 7th edition. New Jersey Pearson Education, Inc. Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry Principles and Modern Applications 11th edition. Toronto Pearson Canada Inc. Purba, Michael. 2006. Kimia 2B untuk SMA Kelas XI. Jakarta Erlangga. Retnowati, Priscilla. 2005. SeribuPena Kimia SMA Kelas XI Jilid 2. Jakarta Erlangga. Silberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change 7th edition. New York McGraw-Hill Education. Materi Titrasi Asam Basa Kontributor Nirwan Susianto Alumni Kimia FMIPA UI Materi lainnya Larutan Penyangga Stoikiometri Struktur Atom
Ditulis Oleh Hyprowira Diterbitkan pada 18 May 2021 Dimodifikasi terakhir pada 18 May 2021 Jika Anda mempelajari Kimia di bangku SMA, Anda mungkin familiar dengan istilah titrasi asam basa. Titrasi sendiri digunakan untuk menganalisis kimia kuantitatif yang merupakan suatu metode laboratorium umum. Umumnya, metode ini dipakai untuk menentukan seperti apa konsentrasi titran yang belum diketahui. Proses titrasi pada dasarnya dipakai dalam penghitungan sifat sebuah larutan. Pengertian Titrasi Asam Basa Titrasi asam basa adalah suatu metode analisa kimia yang kerap digunakan secara kuantitatif di laboratorium. Prosedur ini digunakan untuk menentukan kadar suatu asam basa atau kemolaran yang didasarkan pada reaksi netralisasi. Titrasi asam basa berfungsi menentukan reaktan dan konsentrasi. Perlu Anda ketahui, terdapat titran sebagai larutan yang telah diketahui dan titran yang nantinya akan ditentukan titrasinya dalam dalam proses titrasi yang berlangsung. Untuk melakukan proses titrasi, peralatan yang kerap dipakai adalah titrasi meter. Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, kemolaran akan menunjukkan jumlah mol zat yang larut dari setiap liter larutan dan dapat dipakai dalam menentukan pengenceran sebuah larutan. Penting juga bagi Anda untuk mengetahui beberapa istilah dalam titrasi asam basa, di antaranya 1. Pentiter. Dalam menentukan kemolaran suatu asam-basa, pentiter adalah zat yang mentitrasi2. Titik akhir titrasi. Ini adalah titik ketika terjadinya perubahan warna pada indikator asam-basa3. Titik ekuivalen. Ini adalah titik ketika asam-basa tepat habis bereaksi Cara Kerja Titrasi Asam Basa Larutan asam basa dalam ilmu kimia kerap digunakan untuk menentukan nilai pH atau derajat keasaman larutan. Cara kerjanya, zat yang bersifat asam akan dititrasi menggunakan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya. Proses ini juga bisa diterapkan sebaliknya, yakni zat yang bersifat basa dititrasi menggunakan larutan asam yang sudah diketahui konsentrasinya. Karena menerapkan prinsip reaksi asam basa, titrasi asam basa akan menghasilkan reaksi penetralan berupa garam dan air dengan pH netral 7 saat senyawa asam dan basa direaksikan. Di samping untuk menentukan molalitas larutan yang konsentrasinya tidak diketahui, titrasi asam basa juga dipakai untuk menentukan persentase massa zat terlarut dalam sebuah larutan tertentu. Ditambah lagi, metode ini dapat dipakai dalam menemukan besaran persen kemurnian dari unsur-unsur kimia. Bisa juga dipakai untuk melakukan tes bagi aktivitas buffering. Titrasi asam basa ini merupakan aplikasi yang digunakan untuk proses tes gula darah, nutrisi, tes kehamilan, analisis air limbah, dan pengujian air pada laboratorium. Adapun langkah-langkah cara kerja titrasi asam basa adalah sebagai berikut 1. Jika Anda ingin menentukan senyawa yang tidak diketahui kadarnya, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui sifat asam zat tersebut dengan mengukur Setelah mengetahui sifat zat yang kadarnya akan diukur, selanjutnya mari tentukan larutan yang akan dipakai dalam proses titrasi zat tersebut. Anda bisa menggunakan larutan asam atau Alat gelas yang disebut buret umumnya dipakai dalam proses titrasi. Buret merupakan tabung yang sudah melalui proses kalibrasi secara vertikal dan akan ditangguhkan menggunakan sumbat tepat di bagian Buret dipakai untuk melihat perubahan volume titran sebelum dan sesudah digunakan untuk titrasi. Volume titran yang semakin banyak digunakan menunjukkan tingkat konsentrasi yang semakin Dalam proses titrasi ini, buret berfungsi membantu mengatur aliran cairan ke dalam labu. Ketika cairan mengalir ke dalam labu, akan terjadi perubahan warna maka indikator pH menjadi merah muda atau metil Kemudian, larutan yang telah diketahui kadarnya ditambahkan dalam zat yang diuji secara perlahan untuk mendapatkan reaksi Jika larutan campuran tersebut memiliki pH netral, itu tandanya semua zat sampel sudah bereaksi terhadap larutan yang digunakan dalam proses titrasi. Jenis Titrasi Asam Basa Untuk jenisnya, titrasi asam basa terdiri dari dua jenis, yaitu asidimetri dan juga alkalimetri. Titrasi asam basa jenis asidimetri merupakan cara menghitung konsentrasi larutan basa dengan memakai larutan baku asam. Sedangkan, titrasi asam basa jenis alkalimetri adalah cara menghitung penentuan konsentrasi larutan asam dengan memakai larutan baku basa. Itulah informasi tentang titrasi asam basa yang perlu untuk Anda ketahui. Jika Anda membutuhkan perangkat yang tepat untuk analisis, Anda bisa menggunakan karl fischer mettler toledo yang bisa Anda dapatkan di Hyprowira. Semoga informasi mengenai titrasi asam basa di atas bisa membantu Anda! Baca juga 4 Faktor yang Mempengaruhi PH
pada titrasi asam dan basa terjadi reaksi